banner

“TERIKAT PADA YANG MAKA HEBAT AGAR RUMAH KITA KELAK MENJADI KUAT”

Written by

Beberapa hari yang lalu saya bercengkerama dengan salah seorang teman, dan kami bercerita tentang beberapa hal, salah satunya tentang rumah tangga.

Dan beliau mengatakan, bahwa jumlah janda di Malang ada sekitar 15.000 orang (lima belas ribu orang – saya tulis ulang, just for hyperbolic reason).
.

Saya kurang tahu darimana data tersebut diperolah, tapi apakah itu melebih-lebihkan ?
.

Saya coba telaah ulang, dan saya listkan beberapa source dari beberapa media reliable berikut.
.

– Setiap Hari Ada 21 Calon Janda Baru Di Malang [ http://nusantara.rmol.co/read/2016/12/06/271340/Setiap-Hari-Ada-21-Calon-Janda-Baru-Di-Malang- ] .

– Setiap Bulan, Ada 700 Janda dan Duda Baru di Malang [ http://www.tribunnews.com/regional/2016/10/03/setiap-bulan-ada-700-janda-baru-di-malang ] .

– Angka Perceraian di Malang Sangat Tinggi [https://www.jawapos.com/jpg-today/16/06/2016/angka-perceraian-di-malang-sangat-tinggi] .

– Ribut- Ribut Julukan Kampung Janda di Kota Malang, Setelah Didata Ternyata Jumlah Jandanya . . [http://suryamalang.tribunnews.com/2017/12/05/ribut-ribut-julukan-kampung-janda-di-kota-malang-setelah-didata-ternyata-jumlah-jandanya ] .

– Tompokersan Kebanjiran Janda [http://www.radarmalang.id/tompokersan-kebanjiran-janda/ ] .

BPS sendiri mencatat pada tahun 2015 ada 87.149 kasus perceraian di Jawa Timur saja, dan dari semua kasus, tidak ada satupun yang mengajukan rujuk [https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/893] .
Obrolan tentang janda nampaknya lagi ngetrend akhir-akhir ini, dan dijadikan ‘joke’ anak-anak (seperti pada kongko2 arek2 kmren, salah dua topik utamanya adalah tentang jomblo dan janda 😀 )
.
Well, back to the point…
.
Saya harap data-data serta realita diatas tidak membuat kita skeptis (untuk menikah), karena ALLAH melarang kita untuk skeptis, melainkan DIA menyuruh kita untuk terus memperbaharui diri serta TIDAK berpikir pragmatis (pragmatis dalam artian ‘pokok ayu -atau ngganteng lek kamu cewe-, cocok, seneng, langsung dirabi’).
.
Ya, ALLAH meminta kita untuk ‘selective’, bukannya skeptis.
.
DIA meminta kita untuk optimis dan bukannya pesimis.
.
Apapun sebabnya (ie KDRT atau lain sebagainya), kita tidak mau dan tidak boleh menilai2 orang lain sak enake uteke dewe atau menghakimi mereka, tapi yang pasti, mari kita terus membenahi dan memantaskan diri kita serta sama-sama mengokohkan fondasi kita agar rumah tangga kita kelak bisa kuat dengan bersandar pada Yang Maha Hebat.
.
Sebab, bisakah sebuah rumah agar bisa tetap berdiri kokoh jika ia berdiri diatas fondasi yang lemah ?.
.
And i wish, at that decided time, i ll hav been strong n adult enough to build a “home” called family […to be continued…]

Silakan dishare untuk baca-baca lagi nanti atau untuk berbagi kebermanfaatan jika memang menurut Anda artikel ini bermanfaat agar kita semua bisa menjadi saluran kebaikan.

  • Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, terimakasih jika sudah mau share agar semakin bisa bermanfaat bagi semakin banyak orang. Menjadi saluran kebaikan dan kebermanfaatan tidak akan pernah merugikan kita, malah kita akan mendapatkan kebaikan darinya, dan dari Yang Memiliki Segala Kebaikan
  • Jika Anda tergerak untuk menjadi penulis atau berbagi sesuatu yang bisa bermanfaat bagi lainnya di www.parapejuang.com, silakan klik link berikut. Ingat, hal-hal kecil jika dibagikan secara tulus hati dan konsisten niscaya mampu membawa dampak besar.
  • Mari berjuang untuk ptibadi yang lebih baik, keluarga yang lebih baik, masyarakat yang lebih baik dan bangsa yang lebih baik.

 
About Writer :

Hanya ingin menjadi anak yang baik, calon suami (dan ayah) yang baik dan hamba yang baik. Sebab, peran kita di dunia ini minimal melingkupi 3 hal diatas : peran sebagai seorang anak, peran sebagai seorang suami (dan ayah) dan peran sebagai seorang hamba.

Tagged on : #ayoberjuang #for_a_sweeter_family #for_to_be_a_better_men #untuk_menjadi_calon_imam_yang_baik


Browse Another Article at : #SpiritualDevelopment | #PersonalDevelopment | #FamilyDevelopment

 
Article Categories:
Para Pejuang Keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *