banner

“RUMAH MUNGIL NAMUN KOKOH” [Part #4]

Written by
.
A men, has a dream,
.
Dia pengen sebuah keluarga yang sederhana*, sebuah keluarga kecil, dengan rumah yang mungil, tapi rapi, tertata, efisien, ada tamannya, didepan dan belakang rumah, di sekeliling pagar bagian dalam ada bunga-bunga berjejer, tertata rapi, ada anggreknya, ada kembang mawar, ada kembang yang warnanya merah atau putih itu yang dia gak tahu namanya, tapi elok dan cantik dimata dia, emmm bunga lavender juga ada, dan beberapa jenis bunga lainnya, pokonya macem-macem..
.
Terus, disudut taman juga ada kandang kecil, terbuat dari kayu, tersusun rapi dan elok, didalamnya ada kelinci, sepasang, terus disebelahnya lagi juga ada marmut, marmutnya kadang nakal, suka keluar kandang dan sembunyi di garasi yang kadang-kadang anaknya sampe nyari sana-sini..
.
Tidak jauh dari kandang itu, ada rumah kayu kecil, agak tinggi tempatnya, tempat burung-burung dara atau merpati bertengger dan terbang keluar masuk..
.
Jadi ceritanya, dia pengen, setiap pagi bisa menyirami kembang-kembang itu bersama istrinya, disaat anak-anaknya (dua anak) ngasih makan kelinci sama dara-dara..kelincinya suka rumput, terus daranya dikasih makan sama jagung..
.
Kalau pagi hujan, yaaa sekitaran jam 7 gitu, dia bisa menikmati rintikan hujan, membasahi kembang-kembang itu, melihat kembang-kembang menetesnya butiran air hujan, di bawah awan-awan yang berwarna kelabu, dengan angin pagi dan suasana mendung yang syahdu, sambil minum kopi dan juga susu, dipinggir taman, di pondok mungil yang dibuat dari kayu, dan juga anyaman bambu..
.
…………………………..
.
Realistiskah impian yang semacam itu..?
.
Terlalu muluk-mulukkah harapan semacam itu..?
.
Dia gak pengen rumah besar tingkat 5 looo…, cukup rumah mungil yang sederhana, cantik, elok, rapi, dan efisien..
.
Dia gak pengen mobil lamborjini atau kemri looo…yaaa, kalau suatu saat bisa ada balekno dan itu sudah cukup, why noot ??
.
Dia gak pengen punya tandonan emas ndek antam ton-tonan, atau tabungan di bank suwis sagaban looo… yaaa punya aset yang likuiditasnya bagus untuk jaga2 kalau istri dan anaknya sakit sudah cukup..
.
Dia gak pengen jadi dpr2an atau pejabat negara looo…dia gak tertarik gila kekuasaan yang bisa membuatnya mendapatkan makanan haram dan kelak dimintai pertanggung-jawaban looo…ya bisa usaha lan mbendinane ono serta memenuhi standard gizi minimal keluarganya sudah cukup..
.
Dia gak pengen jadi kayak orang yang wajahnya disumpeli plastik yang dikejar-kejar banyak wanita looo, atau dia sama sekali gak tertarik punya istri dua, atau tiga, atau empat, punya satu istri yang baik dan salihah serta bisa dijadikan teman perjalanan, setia, bisa sehidup sesurga, yaaa… satu tapi bisa saling me-menuh-i satu sama lain, dan awet sampe ke surga, that’s inof..
.
Again…
.
Realistiskah impian yang semacam itu..?
.
Terlalu muluk-mulukkah harapan semacam itu..?
.
Saya kira setiap kita, pria yang memang menginginkan keluarga surgawi, menginginkan hal tersebut..
.
…………………………..
.
Oke, lets talk bout “realistis” dulu..
.
Dan lets talk bout “idealis” juga nanti..
.
Tapi sekarang, lets talk bout realistis gak realitis dulu..
.
Betapa hal diatas bisa menjadi suatu hal yang realistis, TAPI, juga bisa menjadi suatu hal yang sangat amat tidak realistis..
.
…………………………..
.
Kalau keinginan dan harapan pria itu ingin hidup yang tidak ingin ada masalah atau perselisihan, itu bukannya tidak realistis, itu lagi mbanyol dan gak sadar diri orang itu..jadi wes ini gak perlu diobrol..
.
Kalau keinginan dan harapan pria itu ingin selalu senantiasa sama plek keinginan, hoby, masakan, dll dll sama istri, sel otake pasti lagu kurang fit.. yang ini juga gak perlu diobrol..
.
Kalau keinginan dan harapan pria itu pengen punya istri yang gak pernah marah, gak pernah nggondok, pas PMS yo senyum-senyum wae, gak pernah ngomel, dll dll dll, saya yakin dia sedang mengalami apa yang dalam kajian psikologi disebut dengan “ndas mumet tingkat lanjut” hingga mengalami exponensional delution (delusi dalam delusi, wes parah pokoke).. ini jgua, gak perlu diobrol..
.
…………………………..
.
Kita spesifik akan membahas yang keinginan-keinginan diatas, yang bisa dicapai, tapi ada tapinya..
.
Terkait realistis gak realistis, at least ada 3 faktornya..
.
Satu, sisi pria. Betatapun seorang pria ingin membentuk sebuah keluarga surgawi, betatapun baik seorang pria, kalau di sisi wanitanya bukan “orang baik”, maka ya nonsense. Tidak bisa sebuah rumah dimana pilar di sisi kanannya sangat kokoh, sedangkan pilar di sisi kirinya rapuh. Yaa bakal doyong, dan suatu saat bisa ambruk juga tu rumah..
.
Dua, sisi wanita. Sama saja, betatapun seorang wanita ingin membentuk sebuah keluarga surgawi, betatapun baik seorang wanita, kalau di sisi prianya bukan “orang baik”, maka ya nonsense. Tidak bisa sebuah rumah dimana pilar di sisi kirinya sangat kokoh, sedangkan pilar di sisi kanannya rapuh. Pastinya juga bisa doyong dan cepat lambat bangunannya bisa roboh..
.
Dan kedua sisi harus “disatukan” atua “diikat” oleh DIA yang esa, satu-satunya yang patut menjadi tujuan setiap anak manusia..
.
Dan yang ketiga “pengkondisian” -saya bingung pake istilah apa, pake pengkondisian aja- (yang ini akan saya sharingkan nanti, biar gak kepanjangan. Tolong jangan disalahpahami dulu, biar tak jelasken dulu)..
.
Catatan : *Saya bilang sederhana ya, bukan berkekurangan, bukan berkubang dalam kemiskinan. Sederhana itu prinsip hidup, miskin itu keadaan hidup.
.
Ini pastinya perlu dibahas panjang juga, untuk mengakomodir orang-orang yang punya pemikiran
.
“Rezeki itu sudah ada yang ngatur…, jadi berusaha pun kalau emang sudah ditakdirkan seperti ini, yaaa mau gimana lagi..”, atau mereka yang punya pemikiran “dikejar kayak apapun, kalau bukan rezekinya, ya tetap gak bakal dapet, gak dikejarpun (leha2) kalau emang sudah rezekinya, yaa bakal dateng sendiri..”
.
Saya, absolutely, wan handred persen, setuju kalau rezeki sudah diatur..yes, ALLAH sudah mengatur rezeki.. Saya hanya mau mensharingkan lebih detail sesuai apa yang diajarkan ke saya..(ini next)..
.
[..to be continued..]

 

Silakan dishare untuk baca-baca lagi nanti atau untuk berbagi kebermanfaatan jika memang menurut Anda artikel ini bermanfaat agar kita semua bisa menjadi saluran kebaikan.

  • Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, terimakasih jika sudah mau share agar semakin bisa bermanfaat bagi semakin banyak orang. Menjadi saluran kebaikan dan kebermanfaatan tidak akan pernah merugikan kita, malah kita akan mendapatkan kebaikan darinya, dan dari Yang Memiliki Segala Kebaikan
  • Jika Anda tergerak untuk menjadi penulis atau berbagi sesuatu yang bisa bermanfaat bagi lainnya di www.parapejuang.com, silakan klik link berikut. Ingat, hal-hal kecil jika dibagikan secara tulus hati dan konsisten niscaya mampu membawa dampak besar.
  • Mari berjuang untuk ptibadi yang lebih baik, keluarga yang lebih baik, masyarakat yang lebih baik dan bangsa yang lebih baik.

 
About Writer :

Hanya ingin menjadi anak yang baik, calon suami (dan ayah) yang baik dan hamba yang baik. Sebab, peran kita di dunia ini minimal melingkupi 3 hal diatas : peran sebagai seorang anak, peran sebagai seorang suami (dan ayah) dan peran sebagai seorang hamba.

Tagged on : #ayoberjuang #for_a_sweeter_family #for_to_be_a_better_men #untuk_menjadi_calon_imam_yang_baik


Browse Another Article at : #SpiritualDevelopment | #PersonalDevelopment | #FamilyDevelopment

 
Article Categories:
Para Pejuang Keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *