banner

KELUARGA YANG IDEAL ITU YANG BAGAIMANA ? [Part 2]

Written by
[…Lanjutan dari Part 1…] .
Ada laki-laki yang memang bisa mencari nafkah (jadi manager atau bos di perusahaan tempat ia bekerja), ia memang bisa memberi uang kepada istri, tapi di luar suka nglirik wanita lain, suka selingkuh, atau suka main cewek..Adaaaa yang kayak gitu..
.
Ada laki-laki yang tidak suka nglirik wanita lain, tidak suka selingkuh atau main cewek serta menjauhi zinah, tapi gak terlalu mau atau “gak terlalu bisa” (“gak terlalu bisa” dalam konotasi negatif, nnt tak jelaskan biar gak buat salah paham) cari nafkah (gak bisa memberi kecukupan)..Adaaaa yang kayak gitu..
.
…………………………
.
Ada laki-laki yang memang bisa cari nafkah, dan memang menjaga diri untuk tidak selingkuh, tapi suka berkata atau bersikap kasar terhadap istri (at least gak bisa berlaku lemah lembut kepada istri atau memahami istri)..
.
Ada lagi yang lain, gak suka main kasar terhadap istri dan memang bisa mencari nafkah, tapi ternyata diluar kelakuannya bejat bin bajingan (suka nglirik wanita lain, selingkuh atau main cewek)..
.
Ada juga lainnya, yang bisa menjaga diri untuk tidak selingkuh (meskipun gak tahu gak selingkuhnya itu karena gak suka selingkuh [karena memang dari hati] atau gak bisa selingkuh [karena memang gak ada duit]), juga gak main kasar kepada istri, eeee tapi gak bisa cari nafkah…
.
…………………………
.
Sebelumnya saya sharing tentang kaitan antara uang dan (kebahagiaan) rumah tangga..
.
Keberlebihan uang memang gak bisa menjamin rumah tangga harmonis dan bahagia..
.
Ada kasus (mungkin gak sedikit) dimana keluarga yang secara materi haya laya tapi kok tetap dipenuhi pertikaian, cekcok dan juga perceraian, ya, memang ada..
.
Tapi bukan berarti uang menjadi sebab dari rumah tangga gak bahagia..
.
I mean, kalau keberlebihan uang saja belum tentu bisa menjamin keluarga bahagia, lah, apalagi kalau berkekurangan..(yang diperlukan itu berkecukupan, bukan berkekurangan, itu standard minimal – gonna share bout that later..)
.
…………………………
.
Kita harus menelisik dan menelaah lebih dalam, apa yang benar-benar menjadi sebab dari sebuah keluarga dipenuhi pertikaian hingga berakhir perceraian..
.
Sependek apa yang saya tahu, dan sudah diajarkan kepada saya, setidaknya ada 5 hal (yang bisa menjadikan sebuah keluarga tidak bahagia hingga berakhir pada perceraian :
.
1. Faktor Ekonomi (laki-laki tidak bisa mencari nafkah)
.
2. Faktor Emosi (laki-laki suka main kasar – berkata atau bersikap kasar terhadap istri)
.
3. Faktor Hati (laki-laki tidak bisa menjaga hati hanya untuk satu istri – suka selingkuh / suka nglirik wanita lain / suka main cewek)
.
(Yang dua menyusul, saya pisah karena ada alasannya)
.
…………………………
.
List diatas saya tulis laki-laki karena saya melihatnya dari sudut pandang laki-laki (karena saya arek lanang – untuk pembelajaran saya pribadi).
.
Namun bukan berarti faktor perceraian tidak bisa datang dari pihak wanita. Ada kasus dimana wanita (istri) lah yang justru selingkuh dengan laki-laki lain.
.
…………………………
.
Oke, kembali ke 3 faktor diatas, kita bisa menarik titik penghubungnya.
.
Dan juga kita bisa menjelaskan kenapa ada keluarga yang hartanya melimpah haya laya tapi kok tetep dipenuhi pertikaian hingga berakhir perceraian.
.
[Berlanjut ke part 3]

Silakan dishare untuk baca-baca lagi nanti atau untuk berbagi kebermanfaatan jika memang menurut Anda artikel ini bermanfaat agar kita semua bisa menjadi saluran kebaikan.

  • Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, terimakasih jika sudah mau share agar semakin bisa bermanfaat bagi semakin banyak orang. Menjadi saluran kebaikan dan kebermanfaatan tidak akan pernah merugikan kita, malah kita akan mendapatkan kebaikan darinya, dan dari Yang Memiliki Segala Kebaikan
  • Jika Anda tergerak untuk menjadi penulis atau berbagi sesuatu yang bisa bermanfaat bagi lainnya di www.parapejuang.com, silakan klik link berikut. Ingat, hal-hal kecil jika dibagikan secara tulus hati dan konsisten niscaya mampu membawa dampak besar.
  • Mari berjuang untuk ptibadi yang lebih baik, keluarga yang lebih baik, masyarakat yang lebih baik dan bangsa yang lebih baik.

 
About Writer :

Hanya ingin menjadi anak yang baik, calon suami (dan ayah) yang baik dan hamba yang baik. Sebab, peran kita di dunia ini minimal melingkupi 3 hal diatas : peran sebagai seorang anak, peran sebagai seorang suami (dan ayah) dan peran sebagai seorang hamba.

Tagged on : #ayoberjuang #for_a_sweeter_family #for_to_be_a_better_men #untuk_menjadi_calon_imam_yang_baik


Browse Another Article at : #SpiritualDevelopment | #PersonalDevelopment | #FamilyDevelopment

 
Article Categories:
Para Pejuang Keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *