banner

KELUARGA YANG IDEAL ITU YANG BAGAIMANA ? [Part 1]

Written by

Seseorang mungkin pernah berkata,
.
“Harta (uang) tidak akan bisa menjamin rumah tanggamu bahagia.
.
Liaten, gak sedikit kasus dimana orang-orang yang rumahe gedong tingkat tiga, mobile mewah, punya usaha, atau pegawai bank, tapi rumah tangganya berantakan, gak bahagia, setiap hari dipenuhi cekcok.
.
Gak sedikit kita lihat dimana ada orang-orang yang koyoke hartane gak bakal habis 7 turunan, tapi keluargane acak-acakan.
.
Gak sedikit orang yang dari luar, rumahnya nampak mewah dan besar, dari didalamnya, rumah tangganya begitu penuh masalah dan banyak pertikaian dan hal-hal kasar.

.
……………………………….
.
Ya, memang benar…uang memang gak bakal menjamin rumah tangga bakal bahagia.
.
Memang benar… tidak sedikit orang yang hartanya melimpah dan haya laya, tapi rumah tangganya bak di neraka (beneran ada..saya pernah melihat sendiri, some..)
.
Memang benar…mobil mewah atau rumah yang megah gak bakal bisa menjamin rumah tangga penuh sukacita dan keharmonisan..artis2 juga bisa dijadikan conto..
.
Ada artis yang dua-duanya wes ganteng dan cantik, masing-masing punya harta berlimpah seolah-olah gak bakal habis dimakan 4 turunan, dua-duanya datang dari keluarga yang mapan, tapi ujung-ujungnya ya ceraaaaiii…
.
……………………………….
.
Sekali lagi, memang benar…uang memang gak bakal menjamin rumah tangga bakal bahagia…
.
Lantas, apa kita mulai berpikiran bahwa uang itu gak penting ? bahwa uang itu bukan sesuatu yang perlu jadi concern ?.
,
Dan kita berpikiran “halah, ndak usah ngoyo-ngoyo lah, ndak usah berjuang keras..toh uang kan gak bisa njamin kebahagiaan..toh ada orang yang uangnya banyak tapi rumah tangganya tetep berantakan..toh ada pasangan yang super kaya tapi ujung2nya juga cerai..Emang kamu mau berjuang untuk sesuatu yang gak bisa memberi kamu jaminan..??”
.
……………………………….
.
Yaaaa…..mindsete gak gitu pak cik…
.
Hanya karena kita melihat tidak sedikit keluarga yang berlimpah harta (uang) namun berakhir berantakan, atau dipenuhi pertikaian, atau berujung perceraian, tidak lantas kita menganggap uang itu “tidak penting”…
.
Laaa.. terussss…
.
……………………………….
.
Oke, kita harus mbredeli ini, secara lebih detail, agar tidak menimbulkan kesalah-pahaman..
.
Ada (tidak sedikit mungkin) keluarga yang dipenuhi dengan harta tapi berakhir dengan percekcokan serta perceraian, oke, itu fakta..dan Anda mungkin banyak menemukannya..
.
TAPI, pertanyaannya !, apakah percekcokan dan perceraian itu pasti terjadi karena harta ?
.
Maaf, mungkin kalimatnya saya ralat sedikit : Apakah dengan melihat kasus seperti itu, kita lantas berasumsi bahwa harta adalah satu-satunya sebab dari kedua pasangan dipenuhi cekcok dan perceraian ??? Apakah kedua pasangan bertikai karena adanya harta ? Atau mungkin juga karena ada sebab lain (selain harta) ???
.
……………………………….
.
Ya, memang benar…uang memang gak bakal menjamin rumah tangga bakal bahagia.
.
Sekarang, pertanyaannya saya balik. Apakah berkekurangan uang bakal menjamin rumah tangga bisa bahagia ?
.
Apakah hidup dalam kekurangan bisa membuat rumah tangga bahagia ?
.
The truth, IS, baik kelebihan atau kekurangan uang tidak bisa menjamin rumah tangga bisa bahagia !.
.
Pun sebaliknya..kelebihan atau kekurangan uang (meskipun jangan sampai berkekurangan, HARUSNYA yang tepat itu berkecukupan – gonna explain it later) TETAP bisa (berpotensi) menjadikan rumah tangga bahagia.
.
So, uang tidak akan menjamin rumah tangga menjadi bahagia memang benar…
.
Tapi kalimat yang lebih tepat, nampaknya, adalah : uang bukan SATU-SATUnya sebab yang membuatkan suatu rumah tangga bisa harmonis dan bahagia..
.
Sebab kelebihan maupun kecukupan uang sama-sama berpotensi bisa membuat keluarga berantakan dan berkahir perceraian..
.
TAPI…kelebihan maupun kecukupan uang sama-sama juga berpotensi bisa membuat keluarga dipenuhi keharmonisan dan kebahagiaan..
.
……………………………….
.
HANYA, kadang saya mikir, pake logic, : Kalau kelebihan / keberadaan / kecukupan uang saja belum tentu bisa (menjamin) membuat rumah tangga bahagia, LAH, lantas, bagaimana kalau malah berkekurangan ??? Apa gak malah parah…?
.
Oke, kita tinggalkan bahasan diatas dulu, terkait uang dan rumah tangga.
.
Kita masuk ke pembahasan lain, yang merupakan deduktifnya (pokok pikiran yang memunculkan bahasan diitas)..
.
[to be continued…]

Silakan dishare untuk baca-baca lagi nanti atau untuk berbagi kebermanfaatan jika memang menurut Anda artikel ini bermanfaat agar kita semua bisa menjadi saluran kebaikan.

  • Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, terimakasih jika sudah mau share agar semakin bisa bermanfaat bagi semakin banyak orang. Menjadi saluran kebaikan dan kebermanfaatan tidak akan pernah merugikan kita, malah kita akan mendapatkan kebaikan darinya, dan dari Yang Memiliki Segala Kebaikan
  • Jika Anda tergerak untuk menjadi penulis atau berbagi sesuatu yang bisa bermanfaat bagi lainnya di www.parapejuang.com, silakan klik link berikut. Ingat, hal-hal kecil jika dibagikan secara tulus hati dan konsisten niscaya mampu membawa dampak besar.
  • Mari berjuang untuk ptibadi yang lebih baik, keluarga yang lebih baik, masyarakat yang lebih baik dan bangsa yang lebih baik.

 
About Writer :

Hanya ingin menjadi anak yang baik, calon suami (dan ayah) yang baik dan hamba yang baik. Sebab, peran kita di dunia ini minimal melingkupi 3 hal diatas : peran sebagai seorang anak, peran sebagai seorang suami (dan ayah) dan peran sebagai seorang hamba.

Tagged on : #ayoberjuang #for_a_sweeter_family #for_to_be_a_better_men #untuk_menjadi_calon_imam_yang_baik


Browse Another Article at : #SpiritualDevelopment | #PersonalDevelopment | #FamilyDevelopment

 
Article Categories:
Para Pejuang Keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *