banner

“JODOH ADA DI TANGAN TUHAN. REALLY…???”

Written by

About 2012, i made a question, a very controversial quesy : benarkah istri kita kelak (atau suami kalau kamu cewe) benar-benar jodoh kita ?
.
Benarkah jodoh kita ada di tangan TUHAN ?
.
Saya gak sembarangan buat pertanyaan itu, for i DO know, every formulation of the problems cant be gotta arbitraryly.
.
Rumusan masalah yang didapat secara sembarangan bisa membawa pada penarikan kesimpulan yang juga diperoleh secara sembarangan.
.
And, sometimes, when it comes to life, every thought you think, based on what you hav seen directly, or what you hav felt directly.
.
………………….
.
“So, where is it war ? Darimana kok dulu mak bedunduk kamu bisa mikir kaya gitu ?”
.
Again, based on what i hav seen, based on the fact, THAT, banyaknya kasus kekerasan dalam rumah tangga, keamburadulan hingga… perceraian (silakan di check sendiri ada berapa jumlah perceraian di jawa timur tok, dari tahun ke tahun, apakah stagnan, apakah turun, apakah naik turun [zigzag], ATAU, apakah naik trendnya. Dan dari jumlah total yang mengajukan cerai, berapa rasio yang mengajukan rujuk, itupun kalau beneran ada yang mengajukan… => you can check it on BPS website).
.
Dulu, saya mikirnya, kalau jodoh itu ada di tangan TUHAN, kenapa pada akhirnya ada perceraian ? Apakah TUHAN memang menginginkan adanya perceraian ? Apakah TUHAN mempersatukan dua individu dalam pernikahan (yangmana kita sebut berjodoh) hanya untuk terpisahkan dalam perceraian sambil membawa luka hati, trauma, kesengsaraan pada kesudahannya ?
.
(Bahasan lain yang juga sangat penting, which i wanna share it later : benarkah langkah-langkah kita kedepan memang sudah ditentukan dan “ditulis” oleh TUHAN ?.
.
………………….
.
Pemahaman ini sangat penting [bagi saya pribadi], agar kita gak gampang komplain dan menyalahkan TUHAN atas semua hal yang terjadi atas hidup kita. Dan kita juga harus bisa membedakan apa itu cobaan dan apa itu ujian, sebab datangnya, prosesnya, dan peruntukkannya).
.
Oke, back to the topic.
.
Ya, kalau istri kita kelak (atau suami kalau kamu cewe) sudah ditentukan TUHAN, kenapa ada perceraian ? Apakah perceraian juga sudah ditentukan oleh TUHAN ??
.
Bukankah apa yang sudah dipersatukan TUHAN tidak bisa dipisahkan oleh manusia atau oleh apapun ? (Ini juga saya mau sharing lebih detail next time)
.
Itu membawa saya pada satu hipotesis kontroversial, BAHWA, istri kita kelak (atau suami kalau kamu cewe) belum tentu jodoh kita.
.
…………………..
.
Oke, lets talk bout now, and not 2012.
.
What’s my respone now when i am asked : Benarkah jodoh kita ada di tangan TUHAN ?
.
Sccording to me, “the now me”, spakah jodoh itu benar-benar ada di tangan TUHAN ?
.
YA !. Jodoh ada ditangan TUHAN !
.
Terkait apakah istri kita kelak (atau suami kalau kamu cewe) pasti adalah jodoh kita,,, well, up to you if you say “yes” or “not”.
.
BUT, the things is :
.
Kalau kamu memang ngomong jodoh itu ada di tangan TUHAN, please, selalu tanyalah DIA perihal dia yang saat ini kamu suka.
.
Jangan sak karepe dewe nuruti nafsu sendiri, pokok cocok, langsung disikat juga.
.
Kalau kamu memang ngomong jodoh itu ada di tangan TUHAN, tekunlah berdoa di setiap harinya apakah dia memang orangnya. Jangan pokok seneng, gak pake tanya, gak pake doa, langsung diembat seketika.
.
Agak konyol kalau kita ngomong jodoh itu ada di tangan TUHAN tapi gak minta izin ke DIA, gak tanya DIA, gak doa dulu ke DIA, tahu-tahu langsung disikat dan lebih menuruti nafsu, lebih parah lagi, bagaimana menjalin hubungannya juga tidak sesuai dengan aturan dak ketentuanNYA.
.
Terus nanti kalau ternyata sudah berkeluarga dan tahu aslinya, tahu bejatnya, mengeluh ke DIA dan ngomong DIA sengaja menempatkannya pada kondisi yang membuatnya sangat luka dan pilu, ujung2nya ngomong DIA gak adil, ujung2nya jadi atheist, atau akhirnya jadi homo/lesbi gara2 trauma dan merasa “sudah terlalu banyak disakiti”.. (ada lo kasusnya yang seperti ini)…
.
Kem on…..
.
…………………..
.
Ya, TUHAN membenci perceraian, TUHAN tidak menginginkan perceraian !.
.
Karenanya, mari bener2 bertanya dan berdoa kepada DIA agar langkah-langkah hidup kita dibimbing olehNYA. Jangan hanya nuruti nafsu sendiri, jangan nuruti iblis, jangan nuruti dosa !
.
Knowing that (thanks to someone who open my eyes bout marriage), mulai sekarang, ketika saya berdoa perihal wanita yang saya sukai, saya tidak berdoa,
.
“TUHAN, aku sayang sama dia. Menurutku dia wanita yang baik dan shalihah. Tolong dekatkan aku dengan dia dan tolong buat dia juga deket dengan aku. Aku percaya ENGKAU Maha Kuasa. Tidak ada yang tidak mungkin bagiMU. Amin”
.
Namun, cara berdoa adalah,
.
“TUHAN, aku sayang sama dia. Menurutku dia wanita yang baik dan shalihah. Jika aku memang baik untuk dia, dan jika memang dia baik untuk aku, dan dia juga sayang kepadaku, maka aku mohon dekatlah. Jika memang ENGKAU sudah menentukan kami untuk bersama dari semula, aku yakin ENGKAU akan memberikan jalanNYA.
.
Namun jika kami berdua memang tidak ENGKAU takdirkan untuk bersama dari semula, maka aku tahu bahwa ENGKAU tahu keadaan yang terbaik bagi masing-masing kami, sebab ENGKAU adalah Yang Maha Tahu, tahu apa yang ada di belakang kami, tahu apa yang ada di sisi kanan dan kiri kami, dan tahu apa yang ada di depan kami.
.
ENGKAU Yang Maha Tinggi, Yang melihat dari atas, melihat ke segala arah kehidupan kami yang tidak bisa kami pandang dangan batasan penglihatan kami, yangmana hanya satu arah saja, dan jarak pandangnya pun juga terbatas.
.
Aku yakin bahwa jodoh ada di tangan ENGKAU, aku akan melakukan bagianku dan ENGKAU pun akan melakukan bagianMU. Aku akan berusaha sesuai porsi yang sudah ENGKAU berikan kepadaku, dan ENGKAU akan menentukan hasil atas usahaku.
.
Dan juga, aku mohon selalu ajari aku untuk tidak ingin melangkahi ENGKAU dalam menapak jalan-jalan hidupku.
.
Ya, jika memang dia bukan orang yang ENGKAU tentukan untuk menjadi jodohku, janganlah kiranya nafsu dan keinnginan menguasaiku.
.
Aku tahu ENGKAU tahu yang terbaik bagi masing-masing kami. Jika memang dia bukan orang yang ENGKAU tentukan untuk menjadi jodohku, kiranya paling tidak silaturahmi tetap terjalin tanpa menimbulkan adanya fitnah diantara kami. Bahkan jika kami memang harus menjauh satu sama lain dan itu memang untuk kebaikan bagi kami, sekali lagi, ENGKAU tahu yang terbaik…

.
…………………..
.
Berani Anda berdoa seperti itu ?
.
Berani Anda menantang diri Anda sendiri untuk berdoa seperti itu ?
.
Bagi saya pribadi (again, bagi saya pribadi lo ya), doa yang pertama seolah-olah membuat saya “memaksa” TUHAN untuk memenuhi segala keinginan saya.
.
Doa yang pertama seolah-olah membuat saya “lebih tahu” mana yang terbaik bagi saya dan bagi dia lebih daripada TUHAN.
.
Doa yang pertama seolah-olah memposisikan TUHAN sebagai “babu” saya yang harus menuruti semua keinginan saya (yang saya samarkan dengan kata “doa”), alih-alih mengganggap DIA sebagai TUHAN saya dimana saya harus manut semua keputusan dan jalan-jalan hidup yang sudah DIA tetapkan atas hidup saya.
.
Kita yang harus memenuhi kehendak dan keinginan TUHAN, bukan TUHAN yang harus memenuhi semua keinginan kita !. DOA itulah sarana komunikasi kita dengan DIA untuk bertanya apa kehendak dan keinginan DIA atas hidup kita, yang harus kita lakukan.
.
(Next time, saya mau berbagi tentang bagiamana kita [lebih tepatnya saya sih] sering sekali menyamarkan “memaksa TUHAN” untuk memenuhi keinginan-keinginan kita dengan kata “doa”. Nanti kalo doa kita tidak dikabulkan, kita marah, kita mutung, bilang TUHAN gak baik, TUHAN gak sayang ke kita. Haloooo, DIA itu TUHAN kita, DIA itu Raja kita, bukan “babu” kita yang harus menuruti semua keinginan-keinginan yang kita minta kepada DIA. Kita yang babu, kita yang jongos, kita yang hamba, kita yang harus nurut apa maunya TUHAN, bukan TUHAN yang harus nuruti keinginan kita !)
.
…………………..
.
Dan terkait dulu ada orang ngomong bahwa “apa yang dipersatukan oleh TUHAN tidak bisa dipisahkan oleh manusia atau apapun, termasuk iblis juga”, ya, i DO agree bout that, really2 DO agree !.
.
BUT, menurut saya pribadi (again, menurut saya lo ya), tidak semua hal yang berakhir dengan pernikahan itu dipersatukan oleh TUHAN, tapi bisa saja dipersatukan oleh nafsu belaka atua bahkan dipersatukan oleh iblis*.
.
(Btw, bagi saya pribadi, orang yang menggunakan magic (pelet) untuk mendapatkan wanita yang disenengi itu adalah kasta arek lanang paling rendah, paling banci dan paling jeblok, lebih rendah daripada arek lanang yang dolenan apps video durasi pendek sambil joget2 tunjuk dua jari !)
.
Orang saya “berdoa” (lebih tepate menuntut sih) TUHAN saja gak berani, apalagi minta bantuan iblis.
.
Semua akan sangat lebih indah jika diserahkan kepada Yang Maha Tahu, Yang Maha Tinggi, Yang Melihat jalan-jalan hidup kita dari atas.
.
Sebab jika penyatunya bukan TUHAN, pengikatnya bukan TUHAN, perekatNYA bukan TUHAN, maka ikatan itu akan sangat rapuh dan sangat bisa dipisahkan atau bisa dicerai-beraikan oleh manusia, iblis atau apapun juga.
.
Harus disadari bahwa iblis juga bisa mencerai-beraikan manusia, mereka bisa memisahkan seorang suami dari istrinya dan sebaliknya.
.
So again, semua akan sangat lebih indah jika diserahkan kepada Yang Maha Tahu, itu akan mengajari kita banyak tentang total surrender, total devotion, total submission, berserah secara total.
.
Segala uraian diatas, itu menurut pendapat saya, yang mungkin salah, mungkin tidak benar. But, the point is, lets give our life, every single aspect, to GOD, Our Lord, The All-Knowing, The Wise. Amien.
.
[to be continued…] – Catatan ini juga terintegrasi dengan catatan (mindset) saya lainnya, saya harap gak dipetal-petal sehingga berpotensi menimbulkan kesalah-pahaman. Sorry if it hurts other people’s mindset..
.
…………………..
.
Anwar Bastomi | @anwarbastomi.thefighter | @anwarbastomispirit | @anwar_technopreneur
Tagged on : #ayoberjuang #for_a_sweeter_family

Silakan dishare untuk baca-baca lagi nanti atau untuk berbagi kebermanfaatan jika memang menurut Anda artikel ini bermanfaat agar kita semua bisa menjadi saluran kebaikan.

  • Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, terimakasih jika sudah mau share agar semakin bisa bermanfaat bagi semakin banyak orang. Menjadi saluran kebaikan dan kebermanfaatan tidak akan pernah merugikan kita, malah kita akan mendapatkan kebaikan darinya, dan dari Yang Memiliki Segala Kebaikan
  • Jika Anda tergerak untuk menjadi penulis atau berbagi sesuatu yang bisa bermanfaat bagi lainnya di www.parapejuang.com, silakan klik link berikut. Ingat, hal-hal kecil jika dibagikan secara tulus hati dan konsisten niscaya mampu membawa dampak besar.
  • Mari berjuang untuk ptibadi yang lebih baik, keluarga yang lebih baik, masyarakat yang lebih baik dan bangsa yang lebih baik.

 
About Writer :

Hanya ingin menjadi anak yang baik, calon suami (dan ayah) yang baik dan hamba yang baik. Sebab, peran kita di dunia ini minimal melingkupi 3 hal diatas : peran sebagai seorang anak, peran sebagai seorang suami (dan ayah) dan peran sebagai seorang hamba.

Tagged on : #ayoberjuang #for_a_sweeter_family #for_to_be_a_better_men #untuk_menjadi_calon_imam_yang_baik


Browse Another Article at : #SpiritualDevelopment | #PersonalDevelopment | #FamilyDevelopment

 
Article Categories:
Para Pejuang Keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *