banner

“HIDUP ITU MEMBANGUN [1]”

Written by

Oleh : Anwar Bastomi (As my self note and reminder)
.
Hidup itu membangun.
.
Entah itu membangun karir, membangun bisnis, membangun karakter, membangun rumah (tempat tinggal), membangun rumah tangga (keluarga), “membangun” orang lain, membangun “kehidupan” itu sendiri, dll dll dll.
.
Saya mau fokus pada dua aspek terlebih dahulu : membangun karakter (diri sendiri), dan membangun keluarga.
.
Tapi saya mau sharing terkait presuposisi ini terlebih dahulu.
.
Kita sama-sama tahu, bahwa yang namanya membangun, ada tiga hal yang terlibat didalamnya.
.
Tiga hal tersebut adalah : pondasi, pilar dan juga elemen-elemen penyusun bangunan (katakanlah batu bata).
,
Apapun yang kita bangun sebagaimana yang saya sebutkan diatas, pasti terdiri atas ketiga aspek utama ini, literally or unliterally.
,
Entah kita membangun karakter, karir, bisnis, rumah, keluarga or etc etc etc, pasti tidak akan bisa dipisahkan dari ketiga aspek : “pondasi”, “pilar” dan juga “batu-bata”.
.
Untuk pondasi dan pilar, saya mau sharing nanti, secara lebih lengkap.
.
Tapi intinya satu : apapun yang kita bangun, apapun !, selama itu tidak menancap pada pondasi yang benar, pondasi yang kuat dan tepat, yakni (Firman) ALLAH, pasti akan rapuh dan suatu saat akan roboh juga. Tinggal menunggu waktunya saja !.
.
Terkait pilar, saya juga mau sharing terkait 4 pilar yang harus kita kokohkan agar bangunan kita, apapun, bisa kuat betapapun ada badai yang dashyat (sesuai pembelajaran yang saya dapat).
.
…………………………..
.
Oke, saya mau sharing perihal “batu bata” yang akan digunakan untuk menyusun bangunan kita dulu.
.
Dan saya fokus pada aspek “membangun rumah tangga” terlebih dahulu.
.
Kita mungkin mendapatkan “batu bata – batu bata” atau resep atau apapun itu lah untuk membangun keluarga (idaman) kita – bagi kita yang belum menikah, entah itu dari buku, seminar, ceramah, orang secara langsung, atau dari apapun itu.
.
Untuk saya sendiri, saya ingin membangun rumah tangga saya kelak diatas “batu bata – batu bata” kelemah-lembutan, kejujuran, kesetiaan, dan pastinya, batu bata – batu nata itu harus ditopang oleh fondasi yang tepat dan benar, sebagaimana yang sudah saya sharingkan diatas.
.
Saya ingin sharing terkait kelemah lembutan terlebih dahulu..
.
Mohon maaf kalau sharing saya agak acak-acakan..
.
Ini saya mau mengerucutkan pada masing-masing elemen atau batu bata penyusun.. i hope i can transfer my uneg2 bout this, untuk pembelajaran bersama..
.
[to be continued..still long] .
Sunday, 16 Aug 2020

Silakan dishare untuk baca-baca lagi nanti atau untuk berbagi kebermanfaatan jika memang menurut Anda artikel ini bermanfaat agar kita semua bisa menjadi saluran kebaikan.

  • Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, terimakasih jika sudah mau share agar semakin bisa bermanfaat bagi semakin banyak orang. Menjadi saluran kebaikan dan kebermanfaatan tidak akan pernah merugikan kita, malah kita akan mendapatkan kebaikan darinya, dan dari Yang Memiliki Segala Kebaikan
  • Jika Anda tergerak untuk menjadi penulis atau berbagi sesuatu yang bisa bermanfaat bagi lainnya di www.parapejuang.com, silakan klik link berikut. Ingat, hal-hal kecil jika dibagikan secara tulus hati dan konsisten niscaya mampu membawa dampak besar.
  • Mari berjuang untuk ptibadi yang lebih baik, keluarga yang lebih baik, masyarakat yang lebih baik dan bangsa yang lebih baik.

 
About Writer :

Hanya ingin menjadi anak yang baik, calon suami (dan ayah) yang baik dan hamba yang baik. Sebab, peran kita di dunia ini minimal melingkupi 3 hal diatas : peran sebagai seorang anak, peran sebagai seorang suami (dan ayah) dan peran sebagai seorang hamba.

Tagged on : #ayoberjuang #for_a_sweeter_family #for_to_be_a_better_men #untuk_menjadi_calon_imam_yang_baik


Browse Another Article at : #SpiritualDevelopment | #PersonalDevelopment | #FamilyDevelopment

 
Article Categories:
Para Pejuang Keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!