banner

Misi Yang Berdasar Pada Ilahi

Written by

Bagaimana emosi Anda ketika Anda berada pada posisi yang benar, namun hampir dari 98% orang disekitar Anda mengasumsikan bahwa Anda salah, bahwa Anda sesat ?
.
Dan sialnya orang-orang yang berasumsi tersebut adalah orang-orang terdekat Anda, yang seharusnya menjadi pendukung dan penyemangat Anda ?
.
Dan sialnya lagi, orang-orang tersebut adalah orang yang Anda upayakan dengan tekun agar mereka diselamatkan dari murka TUHAN kelak dimana mereka sudah tidak bisa mengulang segalanya lagi !
.
Jika saya berkata saya akan dengan tulus memaafkan mereka dan tetap membimbing mereka tanpa sedikitpun menyimpan perasaan dendam, saya tidak akan menyalahkan Anda jika Anda berasumsi bahwa saya adalah orang munafik ! Dan pada akhirnya mungkin saya tidak akan memperdulikan mereka sama sekali.
.
…………………….
.
Mari skenarionya kita ganti : Bagaimana jika para nabi memiliki emosi seperti saya ? Mungkin jalan hidup kita akan sangat berbeda dari apa yang seperti sekarang ini.
.
Berkat mereka, kita mengerti bagaimana kita harus hidup dan menghidupinya dalam kebenaran.
.
So, tidakkah menurut Anda akan sangat santun ketika kita meneruskan perjuangan mereka, mempertahankan apa yang mereka tanamkan (yang sudah terbukti adalah kebenaran !, tanpa perlu mengkhawatirkan akan intimidasi dari lingkungan Anda seperti yang mereka alami), meski itu hanya menyampaikan satu ayat atau mengubahkan satu orang saja dalam rentang kehidupan kita, untuk kehidupan mereka yang lebih baik ?
.
Saya rasa tidak terlalu sulit untuk mengubahkan satu orang saja dalam rentang masa kurang lebih 70 tahun kehidupan kita. Jika bahkan minimal kita tidak bisa membimbing keluarga kita (pasangan dan anak kita), terlalu kasarkah jika saya berkata bahwa kita sangat tidak layak menjadi seorang pria ?
Sedari awal TUHAN telah melantik kita menjadi seorang pemimpin, dengan misi yang jelas, “Panduan” yang jelas yang hampir setiap hari mungkin Anda baca pagi dan sore, namun kita saja yang sering melupakan misi tersebut. Seberapa banyak dari kita yang benar-benar menjalankan misi tersebut.

Silakan dishare untuk baca-baca lagi nanti atau untuk berbagi kebermanfaatan jika memang menurut Anda artikel ini bermanfaat agar kita semua bisa menjadi saluran kebaikan.

  • Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, terimakasih jika sudah mau share agar semakin bisa bermanfaat bagi semakin banyak orang. Menjadi saluran kebaikan dan kebermanfaatan tidak akan pernah merugikan kita, malah kita akan mendapatkan kebaikan darinya, dan dari Yang Memiliki Segala Kebaikan
  • Jika Anda tergerak untuk menjadi penulis atau berbagi sesuatu yang bisa bermanfaat bagi lainnya di www.parapejuang.com, silakan klik link berikut. Ingat, hal-hal kecil jika dibagikan secara tulus hati dan konsisten niscaya mampu membawa dampak besar.
  • Mari berjuang untuk ptibadi yang lebih baik, keluarga yang lebih baik, masyarakat yang lebih baik dan bangsa yang lebih baik.

 
About Writer :

Hanya ingin menjadi anak yang baik, calon suami (dan ayah) yang baik dan hamba yang baik. Sebab, peran kita di dunia ini minimal melingkupi 3 hal diatas : peran sebagai seorang anak, peran sebagai seorang suami (dan ayah) dan peran sebagai seorang hamba.

Tagged on : #ayoberjuang #for_a_sweeter_family #for_to_be_a_better_men #untuk_menjadi_calon_imam_yang_baik


Browse Another Article at : #SpiritualDevelopment | #PersonalDevelopment | #FamilyDevelopment

 
Article Categories:
Para Pejuang Iman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *