banner

Bisakah Lap Kotor Digunakan Untuk Membersihkan Meja Kotor ?

Written by

Kadang saya berpikir,
.
Apa saya lebih saleh dan lebih lemah lembut daripada Musa sehingga saya merasa berhak untuk menjustifikasi dan menganggap orang lain brengsek atau kafir
.
Ataukah dia lebih bejat daripada ramses yang menganggap dirinya tuhan yang layak disembah oleh manusia lain sehingga saya merasa berhak untuk mengeksekusi dia
.
Kadang saya berpikir,
.
Apa saya lebih berkomitmen dalam iman daripada Ibrahim, atau lebih nurut daripada Yakub, atau lebih sabar daripada Ayub, atau barangkali lebih tekun daripada Yusuf,
.
Emmm…atau mungkin apa saya lebih berbesar hati daripada Nuh sehingga saya merasa berhak untuk mengeksekusi semua orang yang tidak sepakat dengan kebenaran yang saya yakini.
.
Saya rasa satu-satunya kelebihan saya dari mereka adalah bahwa saya lebih congkak dan sombong !
.
Bahwa saya merasa saya adalah hambaMU yang luar biasa saleh, tekun dan memang layak untuk ENGKAU pakai untuk menghakimi mereka semua yang tidak memiliki kebenaran seperti kebenaran saya.
.
Terimakasih TUHAN, telah mengajarkan kepada saya untuk TIDAK berdoa, “Ya ALLAH, TUHAN SEMESTA ALAM, terimakasih ENGKAU tidak menjadikan saya seperti orang-orang kafir itu atau menjadikan saya teman mereka sehingga saya terpengaruh oleh kedzaliman mereka”.
.
Terimakasih untuk TIDAK mengajarkan saya berdoa seperti itu.
.
Dan Terimakasih juga TUHAN, untuk mengajarkan saya untuk berdoa,
.
“Ya ALLAH, TUHAN SEMESTA ALAM YANG MAHA PENGASIH DAN MAHA PENYAYANG bagi Seluruh makhlukNYA,
.
Yang memberikan sinar matahari bagi seluruh spesies di planet ini,
.
Yang menumbuhkan tanaman yang disemai oleh orang beriman maupun orang kafir,
.
Yang memberikan hujan bagi orang menurut ketentuan-ketentuan ENGKAU maupun yang membangkang dari perintah-perintahMU, baik tersembunyi maupun tidak,
.
Yang tetap memberi rezeki dan penghidupan bagi mereka yang munafik yang berkata luar biasa mulia ketika ENGKAU dan manusia yang menyaksikan namun bertindak luar biasa bejat ketika hanya ENGKAU yang melihat,
.
ENGKAU tau bahwa makhlukMU yang ENGKAU sayangi dan juga saudaraku itu mungkin tidak tahu arah, mungkin dia hatinya sedang pahit, atau mungkin dia memegang “kotoran” karena dia berada dalam kegelapan sehingga dia tidak tahu bahwa yang dia pegang itu kotor,
.
Karenanya, jadikan aku media yang akan menuntun dia untuk mengenal jalan-jalanMU yang lurus,
.
Sebagaimana yang kau tunjukkan pada orang-orang saleh sebelum kami,
.
Jadikan dia temanku yang mau mendengarkan ketentuan-ketentuanMU melalui aku, dengan caraMU, dengan kebijakanMU,
.
dengan kebenaran yang dari padaMU, bukan dari hasil analisaku atau perspectiveku.
.
Aku percaya bahwa ENGKAU mengasihi semua orang TUHAN. Aku percaya bahwa ENGKAU MAHA BIJAKSANA atas segala hal.
.
Dan aku mohon tuntutlah langkahku sebagaimana kehendakMU, bukan berdasar keinginan dan nafsuku. Amin”.
.
Dan semoga sahabat-sahabat saya yang sudah saya anggap seperti saudara sendiri berkenan untuk mengingatkan saya manakala mendapati dikarenakan kesombongan saya atas kebenaran saya, saya merasa berhak untuk menjustifikasi dan menyalahkan mereka. Dan semoga mereka memaafkan saya. Amin

Silakan dishare untuk baca-baca lagi nanti atau untuk berbagi kebermanfaatan jika memang menurut Anda artikel ini bermanfaat agar kita semua bisa menjadi saluran kebaikan.

  • Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, terimakasih jika sudah mau share agar semakin bisa bermanfaat bagi semakin banyak orang. Menjadi saluran kebaikan dan kebermanfaatan tidak akan pernah merugikan kita, malah kita akan mendapatkan kebaikan darinya, dan dari Yang Memiliki Segala Kebaikan
  • Jika Anda tergerak untuk menjadi penulis atau berbagi sesuatu yang bisa bermanfaat bagi lainnya di www.parapejuang.com, silakan klik link berikut. Ingat, hal-hal kecil jika dibagikan secara tulus hati dan konsisten niscaya mampu membawa dampak besar.
  • Mari berjuang untuk ptibadi yang lebih baik, keluarga yang lebih baik, masyarakat yang lebih baik dan bangsa yang lebih baik.

 
About Writer :

Hanya ingin menjadi anak yang baik, calon suami (dan ayah) yang baik dan hamba yang baik. Sebab, peran kita di dunia ini minimal melingkupi 3 hal diatas : peran sebagai seorang anak, peran sebagai seorang suami (dan ayah) dan peran sebagai seorang hamba.

Tagged on : #ayoberjuang #for_a_sweeter_family #for_to_be_a_better_men #untuk_menjadi_calon_imam_yang_baik


Browse Another Article at : #SpiritualDevelopment | #PersonalDevelopment | #FamilyDevelopment

 
Article Categories:
Para Pejuang Iman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!