banner

Sebuah Guci yang Kuat

Written by

Ada perbedaan yang jelas antara guci yang kokoh dan guci yang rapuh, yang jika di dijatuhkan sedikit akan hancur berantakan.
.
Perbedaan tersebut mungkin tidak nampak dari sisi permukaan. Baik guci yang kokoh maupun guci yang rapuh akan sama-sama memikat mata Anda secara sekilas karena dihiasi sedimikan rupa di sisi luarnya.
.
Namun, jika Anda meluangkan waktu untuk lebih detail mengamati secara seksama dan melihat-lihat untuk menganalisa mengenai bahan dan proses pembuatan dari masing-masing guci, Anda baru akan menyadari perbedaannya : dari sisi bahan dan proses !.
.
Tidak mudah untuk membuat sebuah guci yang kuat dan kokoh. Ada serangkaian proses yang harus dijalani dan setiap detail proses tersebut memerlukan kematangan sendiri-sendiri.
.
Anda tidak bisa mengabaikan atau melompati salah satu proses dan secara instan menuju fase yang seharusnya belum Anda lalui.
.
Dibutuhkan komitmen dan konsistesi dalam menjalani proses sehingga bentukan tersebut benar-benar indah, tidak hanya dari sisi luar, namun juga sangat kokoh dari sisi dalam.
.
Proses tersebut memang tidak mudah, dan kadang melelahkan, namun itu layak untuk dilakukan.
.
Pertama, Anda harus memisahkan sebongkah tanah liat dari lingkungannya, dari lingkungan yang menjadikan dia menjadi tanah liat dan bukannya sebuah guci yang mahal, dari lingkungan yang membuatnya berpikir bahwa dia hanyalah sebongkah tanah liat tidak berharga yang memang untuk diinjak orang dan bukannya sebuah bahan antik mahal yang dipajang di etalase-etalase indah yang bernilai jutaan rupiah dan dapat menyenangkan hati orang yang melihatnya.
.
Pengisolasian tersebut kadang menyakitkan, dan kita kadang menghindarinya, Kita terkadang enggan untuk keluar dari lingkungan kita dan memilih untuk tinggal dalam kondisi kita bahkan jika itu merendahkan martabat kita. Kita takut akan sesuatu yang baru, akan lingkungan baru akan tantangan baru. Kita memilih untuk diam !.
.
Dalam kasus ini, mereka yang mau berhijrah dari lingkungannya yang lama (suatu lingkungan yang tidak mendukung untuk perkembangan dan pertumbuhan menjadi lebih baik) menuju suatu tempat yang baru, mereka yang siap menerima tantangan barulah yang akan mampu mentransformasikan hidupnya menjadi suatu pribadi yang lebih baik.
.
Jadi, siapkah Anda untuk berhijrah dari lingkungan lama Anda yang tidak bisa membuat Anda berkembang dan bertumbuh menuju lingkungan baru yang penuh dengan tantangan dan proses ? Dan siapkah Anda menghadapi tantangan serta proses tersebut ?
Bagaimana menurut Anda ?

Silakan dishare untuk baca-baca lagi nanti atau untuk berbagi kebermanfaatan jika memang menurut Anda artikel ini bermanfaat agar kita semua bisa menjadi saluran kebaikan.

  • Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, terimakasih jika sudah mau share agar semakin bisa bermanfaat bagi semakin banyak orang. Menjadi saluran kebaikan dan kebermanfaatan tidak akan pernah merugikan kita, malah kita akan mendapatkan kebaikan darinya, dan dari Yang Memiliki Segala Kebaikan
  • Jika Anda tergerak untuk menjadi penulis atau berbagi sesuatu yang bisa bermanfaat bagi lainnya di www.parapejuang.com, silakan klik link berikut. Ingat, hal-hal kecil jika dibagikan secara tulus hati dan konsisten niscaya mampu membawa dampak besar.
  • Mari berjuang untuk ptibadi yang lebih baik, keluarga yang lebih baik, masyarakat yang lebih baik dan bangsa yang lebih baik.

 
About Writer :

Hanya ingin menjadi anak yang baik, calon suami (dan ayah) yang baik dan hamba yang baik. Sebab, peran kita di dunia ini minimal melingkupi 3 hal diatas : peran sebagai seorang anak, peran sebagai seorang suami (dan ayah) dan peran sebagai seorang hamba.

Tagged on : #ayoberjuang #for_a_sweeter_family #for_to_be_a_better_men #untuk_menjadi_calon_imam_yang_baik


Browse Another Article at : #SpiritualDevelopment | #PersonalDevelopment | #FamilyDevelopment

 
Article Categories:
Para Pejuang Character

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!