banner

Menyikapi Masalah

Written by

Suatu kali, Daud pernah berkata untuk menyerahkan segala kuatir kita kepada TUHAN dan bahwa TUHAN tidak akan pernah mengizinkan orang benar digoyahkan.
.
Perkataan Daud tersebut selayaknya dapat kita panuti dalam kehidupan keseharian kita.
.
Mengingat, hidup ini begitu banyak masalah, kita dituntut untuk bijak bagaimana menyikapi setiap permasalahan dalam hidup kita.
.
Kita harus menyadari bawah masalah itu sudah tentu pasti ada, entah kita kaya atau miskin, entah kita pandai atau bodoh, entah kita tampan atau kurang tampan, entah kita cantik atau kurang cantik, entah kita masih kecil, remaja, dewasa atau bahkan jika kita sudah tua, setiap orang tidak akan pernah terlepas dari yang namanya masalah.
.
Entah itu masalah percintaan, masalah finansial atau ekonomi kita, masalah keluarga kita, masalah suami istri atau pasangan hidup, masalah bisnis kita, masalah pekerjaan kita, masalah pendidikan kita, masalah hubungan kita dengan orang lain, atau masalah-masalah lain yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu.
.
Masalah tersebut seolah-olah mejadi bagian dari kehidupan kita. Namun, pertanyaannya bukan terletak pada apakah aku mempunyai masalah, atau yang lebih parah lagi ada orang yang bertanya, kapan aku tidak akan memiliki masalah – itu mencerminkan bahwa orang tersebut tidak memiliki semangat untuk hidup, bahwa dia tidak memiliki gairah untuk bertumbuh dan berkembang ke arah yang lebih baik -.
.
Sebab jika orang tersebut dapat menyikapi masalah dengan bijak, masalah itu akan membuat dia akan semakin berkembang dan terbang tinggi. Masalah tersebut akan dia jadikan sebagai sarana untuk mengembangkan diri. Masalah tersebut akan dia gunakan sebagai sarana untuk mencapai sesuatu yag lebih tinggi.
.
Masalah tersebut akan dia anggap sebagai tantangan untuk berlari semakin cepat, bukan ancaman yang menghentikan dia dari hidupnya.
.
Orang yang optimis dan yang selalu di dalam TUHAN, selalu melihat setiap kesempitan sebagai suatu kesempatan, kesempatan untuk bertumbuh lebih baik lagi, berlari lebih cepat lagi dan terbang lebih tinggi lagi, namun mereka yang pesimis, mereka yang gagal dan tidak mempercayai akan kuasa TUHAN, akan selalu melihat kesempatan sebagai suatu kesempitan yang akan menghentikan hidupnya.
.
Pertanyaannya bukanlah apakah aku memiliki masalah. Masalah itu pasti akan selalu ada. kita dapat mensurveinya.
.
Coba kita lakukan suatu uji coba jika kita tidak percaya. kita pilih secara acak beberapa orang yang ada di kota atau desa kita, mulai mereka yang menaiki merci sampai mereka yang menaiki becak dan tanyai masing-masing dari mereka ” apakah kita punya masalah, Pak ?.
.
Saya yakin jawaban mereka adalah iya. Masalah itu selalu ada, namun dengan level dan kadar yang berbeda-beda. Bahkan itu berlaku bagi kita. kita yang dulu dengan kita yang sekarang juga akan memiliki permasalahan dengan kadar dan level yang berbeda.
.
Karenanya, pada fase apapun kita, apapun kondisi kita saat ini, mari terus melatih diri untuk selalu meresponi masalah dengan bijak.
.
Amien.

Silakan dishare untuk baca-baca lagi nanti atau untuk berbagi kebermanfaatan jika memang menurut Anda artikel ini bermanfaat agar kita semua bisa menjadi saluran kebaikan.

  • Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, terimakasih jika sudah mau share agar semakin bisa bermanfaat bagi semakin banyak orang. Menjadi saluran kebaikan dan kebermanfaatan tidak akan pernah merugikan kita, malah kita akan mendapatkan kebaikan darinya, dan dari Yang Memiliki Segala Kebaikan
  • Jika Anda tergerak untuk menjadi penulis atau berbagi sesuatu yang bisa bermanfaat bagi lainnya di www.parapejuang.com, silakan klik link berikut. Ingat, hal-hal kecil jika dibagikan secara tulus hati dan konsisten niscaya mampu membawa dampak besar.
  • Mari berjuang untuk ptibadi yang lebih baik, keluarga yang lebih baik, masyarakat yang lebih baik dan bangsa yang lebih baik.

 
About Writer :

Hanya ingin menjadi anak yang baik, calon suami (dan ayah) yang baik dan hamba yang baik. Sebab, peran kita di dunia ini minimal melingkupi 3 hal diatas : peran sebagai seorang anak, peran sebagai seorang suami (dan ayah) dan peran sebagai seorang hamba.

Tagged on : #ayoberjuang #for_a_sweeter_family #for_to_be_a_better_men #untuk_menjadi_calon_imam_yang_baik


Browse Another Article at : #SpiritualDevelopment | #PersonalDevelopment | #FamilyDevelopment

 
Article Categories:
Para Pejuang Character

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *