banner

“MARIE KONDO DAN HIDUP ANTI NEKO-NEKO”

Written by

“MARIE KONDO DAN HIDUP ANTI NEKO-NEKO”

My emak, once, told me kalau sewaktu saya masih kecil, saya itu punya kebiasaan yang, yaaa, mungkin bisa dibilang agak aneh bagi sebagian orang.
.
Saya itu anaknya kalau sudah terlanjur sayang (cieleeeh, terlanjur sayang) sama satu celana dan kaos, pasti itu-itu aja yang bakal dipake terus.
.
Sampe pernah, kata emak saya, sampe celana itu lubang di bagian depan, tetep saya pake (saya tahunya dari cerita ibu saya, sampe ibu saya malu katanya. Saya masih kecil, jadi gak terlalu ingat juga).
.
Akhirnya celana itu dipendem sama ibu saya, dan menurut cerita ibu saya, saya sampe nangis nyariin, gak mau pake celana kalau gak celana itu.
.
Dibeliin celana atau pakean baru pun tetep gak mau make.
.
Itu cerita jaman saya masih bocah.
.
…………………………
.
Dan kebiasaan itu nampaknya masih kebawa sampe sekarang.
.
Saya kalau sudah seneng sama pakean, pasti itu2 aja yang saya pake. Kotor, cuci, pake lagi, kotor lagi cuci pake lagi.
.
Sampe ada temen saya yang sampe apal sama dresscode saya kalau keluar : hem putih, celana jeans, sendal slopan, tambah sweateran, terus mak cusss.
.
Sweater pun punya yang favorit. Lainnya, juaraaan dipake.
.
Tapi kalau ke toko kok liat sweater bagus, bawaane pengen beli. Kalau dipake cocok dan suka, jadi dipakeee terus.
.
Hem putih pun satu dua gak cukup rasanya.
.
Saya benci banyak pilihan, atau mikir hanya untuk memilih pakaian yang mau dipake warna apa, atau model apa dll dll dll.
.
Ya, saya suka yg sederhana dan “itu-itu” saja. Saya suka hem putih plus sweater. Thats all.
.
(Dan ternyata saya juga nemui beberapa orang yang seperti itu dalam hal berpakaian ^^”. Hanya, preferensinya bukan hem putih sama sweater).
.
…………………………
.
Dalam hal temenan pun, saya kayaknya kontek2nya ya cuma dengan “yang itu-itu aja”.
.
Kalau bosen dan gabut, chat or telp temen-temen “yang itu-itu aja” (bisa dihitung jari).
.
Keluar kongko2 pun juga sama, dengan yg itu2 aja.
.
Bagi saya, mending temen sedikit tapi bener2 punya arti dan membawa kebaikan daripada temen banyak tapi gak memberi dampak yang signifikan.
.
Quality over quantity.
.
(Tapi bukan berarti kita membatasi diri untuk bertemen (dengan orang yang memang bisa membawa kebaikan) ya. Tolong jangan disalah artikan)
.
Kelak, dalam memilih pasangan pun, satu cukup tapi bener2 bisa dijadikan partner untuk membangun sebuah taman dunia bernuansa surga bernama rumah tangga (keluarga).
.
Meneruskan amanah sebagaimana yang pernah diberikan kepada Adam dan wanitanya, untuk menjadi khalifah dan pengelola atas dunia, namun kali ini untuk scope yang lebih kecil : taman keluarga.
.
…………………………
.
Jika sifat Anda kecampuran bumbu-bumbu melankolis, mungkin Anda juga memiliki preferensi sebagaimana yang saya sebutkan diatas : dalam hal pakaian, pertemanan maupun pasangan.
.
Oke, apa hubungannya cerita diatas dengan maria kondo dan juga hidup anti neko-neko ?
.
Marie kondo sebenarnya bahasan yang lebih dikenal dengan management or organizing efisiensi penataan rumah (Mungkin Anda pernah baca ulasan bukunya mbak Marie (Konmarie) ini).
.
Tapi saya ingin menggunakan konsep yang sama dalam hal “penataan hidup”.
.
Mungkin secara sekilas tidak hubungannya dengan cerita yang saya utarakan diatas, but lemme share it first :), in the next part of this sharing..
.
[..to be continued..]

Surabaya
Saturyay, 01st of August 2020
.

Follow : @parapejuangsejati | Visit : www.parapejuang.com

Silakan dishare untuk baca-baca lagi nanti atau untuk berbagi kebermanfaatan jika memang menurut Anda artikel ini bermanfaat agar kita semua bisa menjadi saluran kebaikan.

  • Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, terimakasih jika sudah mau share agar semakin bisa bermanfaat bagi semakin banyak orang. Menjadi saluran kebaikan dan kebermanfaatan tidak akan pernah merugikan kita, malah kita akan mendapatkan kebaikan darinya, dan dari Yang Memiliki Segala Kebaikan
  • Jika Anda tergerak untuk menjadi penulis atau berbagi sesuatu yang bisa bermanfaat bagi lainnya di www.parapejuang.com, silakan klik link berikut. Ingat, hal-hal kecil jika dibagikan secara tulus hati dan konsisten niscaya mampu membawa dampak besar.
  • Mari berjuang untuk ptibadi yang lebih baik, keluarga yang lebih baik, masyarakat yang lebih baik dan bangsa yang lebih baik.

 
About Writer :

Hanya ingin menjadi anak yang baik, calon suami (dan ayah) yang baik dan hamba yang baik. Sebab, peran kita di dunia ini minimal melingkupi 3 hal diatas : peran sebagai seorang anak, peran sebagai seorang suami (dan ayah) dan peran sebagai seorang hamba.

Tagged on : #ayoberjuang #for_a_sweeter_family #for_to_be_a_better_men #untuk_menjadi_calon_imam_yang_baik


Browse Another Article at : #SpiritualDevelopment | #PersonalDevelopment | #FamilyDevelopment

 
Article Categories:
Para Pejuang Character

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *