banner

Lets be Responsible to Our Own Specific Life Journey

Written by

Once, ada seorang yang mengganggap dirinya berilmu (ulama), dengan mudahnya memperbanding-bandingkan orang yang satu dengan yang lain, menganggap bahwa komunitasnya lebih unggul daripada yang lain, dan merasa lebih berdampak bagi yang lain.
.
Dulu saya pribadi pernah juga dihakim2i, sama temen sendiri malah, temen seumuran, dianggap gak punya iman dan gak percaya atau meragukan kebaikan TUHAN hanya karena suatu hal (detailnya saya sharingkan next time…)
.
Saya kira sangat tidak bijak ketika saya mencoba sok-sok menghakimi, menilai-nilai, memperbandingkan atau menyamakan pencapaian seseorang, entah itu pencapaian karir, pencapaian bisnis, pencapaian finansial atau lain sebagainya, sedangkan mereka datang dari latar belakang yang berbeda, katakanlah satunya ngempeng terus ke keluarga, sekolah dibayari, kuliah dibiayai, bisnis dimodali dan dibangunkan sistemnya, sedangkan yang lainnya hidup tanpa orang tua, atau memang ada figur seorang ayah tapi bajingannya luar biasa, bukannya memberi dukungan emosional atau finansial, justru kerap kali membuat hidup tidak efisien dan seringkali malah menjatuhkan mental.
.
Tidak bijak jika kita sok-sokan memperbanding-bandingkan seseorang dengan orang lainnya.
.
Again, thats not wise, folks !.
.
………………………
.
Setiap kita datang latar belakang yang berbeda-beda dan menempuh perjalanan hidup yang berbeda. Bahkan jika kita menempuh pendidikan yang sama, sekolah di tempat yang sama,, kuliah di kampus yang sama, ikut organisasi yang sama, nilai akademik juga sama plek, hanya karena satu perbedaan, yakni kondisi keluarga yang berbeda, maka pencapaian dan jalur hidup kita juga bisa berbeda.
.
Setiap kita memiliki perjalanan hidup masing-masing, spesifik untuk kita, dan tidak bisa disamakan dengan orang lain.
.
Bahkan saya dengan mas saya yang lahir dari ibu yang sama, memiliki susunan DNA dan kromosom yang tak jauh beda, mendapatkan pendidikan keluarga yang sama, menjalani masa kecil pada lingkungan yang sama, itu aja karakter dan pencapaiannya berbeda kok.
.
La, lantas apa yang membuat kita merasa bijak ketika mencoba memperbandingkan dua orang yang datang dari latar belakang keluarga yang berbeda, strata ekonomi yang berbeda, mendapatkan pendidikan keluarga yang berbeda, berasal dari lingkungan sosial / masyarakat yang berbeda, serta menempuh jenjang pendidikan yang berbeda ???
.
………………………
.
Jika memang sangat bernafsu untuk memperbanding-bandingkan, bandingkan seseorang dengan masa lalunya dan bandingkan ia dengan potensi pencapaiannya.
.
Tentang memperbandingkan dia dengan masa lalunya, lihatlah apakah dia sama dengan dia yang dulu atau malah lebih buruk, Jika sama, monggo kalau mau mengatakan dia adalah pribadi yang merugi. Kalau lebih buruk, monggo kalau mau mengatakan dia sebagai pribadi yang celaka bin goblok.
.
Tentang memperbandingkan dia dengan potensi pencapaiannya, lihatlah, jika ia diberi fasilitas motor dan dalam range waktu 1 jam mencapai 20 Km, ya berarti dia pribadi males bin gak niat urip. Tapi jika yang ada padanya hanyalah sepeda dan dalam waktu 1 jam berhasil mencapai jarak 15 Km, ya berarti dia pribadi yang rajin dan tekun. Jangan menyamakan jarak pencapaian mereka yang diberi fasilitas motor dengan yang hanya memiliki sepeda. Ya itu hanya analogi, but i wish you get the point.
.
AGAIN, IT’S NOT WISE TO COMPARE ONE PERSON TO ANOTHER !
.
………………………
.
Alih-alih sok-sok memperbanding-bandingkan dan lantas menghakimi, mbok yo jika kamu diberi fasilitas lebih (dari orang tua), bantulah mereka yang agak kesulitan oleh sebab tidak seberuntung kamu memiliki keluarga yang ideal yang selalu menyupport kamu.
.
Hanya orang banci dan suka ngempeng yang suka memperbanding-bandingkan pencapaiannya dengan orang yang secara kesemapatan dan fasilitas “lebih buruk” darinya.
.
Kalau berani, ya bandingkan dirimu dengan orang yang latar belakang keluarga, kondisi keluarga, lingkungan masyarakat, strata ekonomi, dan jenjang pendidikan sama atau lebih besar daripadamu, itu lu kalau berani.
.
Tapi balik lagi, gak bijak membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain, baik dengan yang dibawah kita maupun dengan yang diatas kita (kalau sama plek kayaknya gak mungkin, orang saya dengan mas saya saja pasti ada aspek atau variable pencapaian yang pasti berbeda).
.
………………………
.
Ya, setiap kita memiliki perjalanan hidup masing-masing, spesifik untuk kita. Mari bertanggung jawab terhadap perjalanan hidup tersebut dan berbuat yang terbaik tanpa harus membanding-bandingkan apakah pencapaian saya lebih baik atau tidak dengan orang lain.
.
Dan juga, ayo saling mendukung untuk menjadi versi terbaik dari diri kita, bukannya saling  membanding-bandingkan untuk mendapatkan hormat manusia, sebab itulah sebagaimana yang diajarkan oleh TUHAN yang menggenggam hidup kita semua.
.
Amien…

Silakan dishare untuk baca-baca lagi nanti atau untuk berbagi kebermanfaatan jika memang menurut Anda artikel ini bermanfaat agar kita semua bisa menjadi saluran kebaikan.

  • Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, terimakasih jika sudah mau share agar semakin bisa bermanfaat bagi semakin banyak orang. Menjadi saluran kebaikan dan kebermanfaatan tidak akan pernah merugikan kita, malah kita akan mendapatkan kebaikan darinya, dan dari Yang Memiliki Segala Kebaikan
  • Jika Anda tergerak untuk menjadi penulis atau berbagi sesuatu yang bisa bermanfaat bagi lainnya di www.parapejuang.com, silakan klik link berikut. Ingat, hal-hal kecil jika dibagikan secara tulus hati dan konsisten niscaya mampu membawa dampak besar.
  • Mari berjuang untuk ptibadi yang lebih baik, keluarga yang lebih baik, masyarakat yang lebih baik dan bangsa yang lebih baik.

 
About Writer :

Hanya ingin menjadi anak yang baik, calon suami (dan ayah) yang baik dan hamba yang baik. Sebab, peran kita di dunia ini minimal melingkupi 3 hal diatas : peran sebagai seorang anak, peran sebagai seorang suami (dan ayah) dan peran sebagai seorang hamba.

Tagged on : #ayoberjuang #for_a_sweeter_family #for_to_be_a_better_men #untuk_menjadi_calon_imam_yang_baik


Browse Another Article at : #SpiritualDevelopment | #PersonalDevelopment | #FamilyDevelopment

 
Article Categories:
Para Pejuang Character

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *