banner

A Men with An Incredible Emotional Management [1]

Written by

Adakah seorang pria yang dengan hangatnya berlaku tegas namun jauh dari sifat keras dalam setiap tindakan yang ia ambil ?
.
Adakah seorang pria yang dengan santunnya berlaku lembut namun jauh dari sifat lemah dalam setiap sikap yang ia berikan ?
.
Adakah seorang pria yang tahu perbedaan antara menuntun dan menuntut dan dengan dewasanya membimbing orang lain untuk menjadi pribadi yang lebih baik ?
.
Adakah seorang pria yang dengan kualitas-kualitas tanggung jawab, berani, komitmen, konsisten dan imannya terhadap ALLAH selalu bisa membawa dampak yang positif bagi lingkungan dimana ia ditempatkan dan mampu mengubahkan banyak orang untuk kehidupan dan karakter yang lebih baik ?
.
Mungkin ada, tapi satu hal yang pasti : that men is not me 😀 (belum, atau setidaknya berusaha keras untuk mengarah kesitu – Amiiiieeeenn)
.
Bayangkan jika setiap suami, setiap pemimpin dan setiap orang yang diberi amanah memiliki kualitas-kualitas tersebut ? Pastinya dunia ini akan jauh berbeda (jauh lebih baik) dari apa yang kita lihat saat ini.
.
Keretakan rumah tangga bisa dihindari, jumlah anak yang ‘salah arah’ oleh sebab broken home bisa ditepis, rasio perceraian akan menurun (FYI, berdasar pada data BPS, di Jawa Timur sendiri, jumlah pasangan yang mengajukan talak dan cerai ada 87.149, dan kesemuanya tidak satupun yang mengajukan rujuk).
.
Meskipun ketidak-kapabilitasan pria bukanlah satu-satunya faktor atas terjadinya perceraian, namun saya terus mendorong diri saya untuk terus secara berkesinambungan meningkatkan kecakapan saya dari berbagai hal dan juga terus memantaskan diri saya.
.
Sebab sependek pengetahuan dan pengalaman saya, faktor ekonomi, perselingkuhan dan kurangnya wawasan akan management emosi adalah faktor utama atas perceraian (namun tetap, bukan kapasitas saya untuk berbicara terkait kehidupan pasca pernikahan atau faktor-faktor atas perceraian, saya hanya bisa menjadikan pengalaman orang lain sebagai pembelajaran diri saya kelak).
.
Dan saya benar-benar ‘belajar’ tentang apa arti sebuah tanggung jawab dari keluarga saya, dan dampaknya jika kita lepas dari amanah yang diberikan.
—————–
But wait, mari kita renungkan sejenak kualitas-kualitas yang kita sebutkan diatas ? Apakah itu sesuatu yang mustahil untuk dicapai ? Bisakah kita menggapai kualitas-kualitas tersebut dalam diri kita ?
If you ask me, my personal answer is : offcourse !, based on my trust in my LORD. […].
,
BUT… (to be continued)

Silakan dishare untuk baca-baca lagi nanti atau untuk berbagi kebermanfaatan jika memang menurut Anda artikel ini bermanfaat agar kita semua bisa menjadi saluran kebaikan.

  • Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, terimakasih jika sudah mau share agar semakin bisa bermanfaat bagi semakin banyak orang. Menjadi saluran kebaikan dan kebermanfaatan tidak akan pernah merugikan kita, malah kita akan mendapatkan kebaikan darinya, dan dari Yang Memiliki Segala Kebaikan
  • Jika Anda tergerak untuk menjadi penulis atau berbagi sesuatu yang bisa bermanfaat bagi lainnya di www.parapejuang.com, silakan klik link berikut. Ingat, hal-hal kecil jika dibagikan secara tulus hati dan konsisten niscaya mampu membawa dampak besar.
  • Mari berjuang untuk ptibadi yang lebih baik, keluarga yang lebih baik, masyarakat yang lebih baik dan bangsa yang lebih baik.

 
About Writer :

Hanya ingin menjadi anak yang baik, calon suami (dan ayah) yang baik dan hamba yang baik. Sebab, peran kita di dunia ini minimal melingkupi 3 hal diatas : peran sebagai seorang anak, peran sebagai seorang suami (dan ayah) dan peran sebagai seorang hamba.

Tagged on : #ayoberjuang #for_a_sweeter_family #for_to_be_a_better_men #untuk_menjadi_calon_imam_yang_baik


Browse Another Article at : #SpiritualDevelopment | #PersonalDevelopment | #FamilyDevelopment

 
Article Tags:
Article Categories:
Para Pejuang Character

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *